BAB I PENDAHULUAN
1) Latar Belakang Penelitian
Latar belakang merupakan motivator atau pendorong dilakukannya penelitian. Hal ini bisa berarti sebagai pendorong bagi peneliti untuk melaksanakan penelitiannya, dan sebagai pendorong bagi orang lain untuk membaca bagian-bagian selanjutnya dari laporan penelitian.
Latar belakang penelitian sebaiknya mengemukakan alasan dasar penelitian dalam peta keilmuan yang menjadi perhatian peneliti. Karena itu, dalam latar belakang penelitian yang harus diuraikan adalah:
a) Pernyataan tentang gejala/fenomena yang akan diteliti, yang bisa diangkat dari masalah teoritis atau diangkat dari masalah praktis
b) Argumentasi tentang pemilihan topik/judul penelitian, yang menggambarkan permasalahan sebagai perbedaan antara das sein dan das sollen (adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan).
c) Situasi yang melatarbelakangi penelitian atau masalah penelitian (menggambarkan fenomena yang dipermasalahkan) yang disertai dengan data lapangan yang disusun dalam bentuk tabel dan atau grafik sebagai olahan melalui pola perbandingan minimal 3 (tiga) periode peristiwa.
d) Atau kaitan antara penelitian terdahulu dengan situasi atau fenomena dan masalah yang terjadi saat sekarang
e) Keabsahan Data (Validitas Data)
2) Fokus Penelitian
Fokus penelitian adalah inti fenomena permasalahan yang akan diteliti merupakan suatu tahap permulaan dari penguasaan masalah dimana suatu obyek atau fenomena tertentu dalam situasi tertentu dapat dikenali sebagai suatu masalah. Fokus masalah bertujuan agar peneliti maupun pembaca mendapatkan gambaran sejumlah masalah yang relevan dengan judul atau topik penelitian. Fokus masalah dapat berupa pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan satu dengan yang lainnya.
3) Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah ialah usaha untuk menetapkan batasan-batasan dari masalah penelitian yang akan diteliti. Batasan masalah ini berguna untuk mengidentifikasikan faktor-faktor mana saja yang termasuk atau tidak termasuk dalam ruang lingkup penelitian. Pemilihan batasan yang akan diteliti haruslah didasarkan kepada alasan-alasan yang tepat baik, baik alasan teoritis maupun alasan praktis. Suatu penelitian bisa dibatasi berdasarkan beberapa hal, yaitu batasan masalah dari sudut ruang lingkup kajian (scope), dan dari sudut pemakaian pendekatan atau kerangka teori (approach/theory).
4) Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan usaha untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan penelitian apa saja yang perlu diteliti dan dijawab atau dicarikan jalan pemecahannya. Atau dengan kata lain, perumusan masalah merupakan pertanyaan-pertanyaan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan kepada identifikasi masalah dan pembatasan masalah. Perumusan masalah sebaiknya dinyatakan secara jelas dalam bentuk kalimat tanya.
5) Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan pernyataan mengenai apa yang akan hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan. Tujuan penelitian terdiri dari dua bagian yaitu: yaitu tujuan umum yang berhubungan dengan konsep-konsep yang bersifat umum dan tujuan khusus yang berhubungan dengan konsep-konsep yang lebih spesifik dari penelitian yang dilakukan
6) Manfaat Penelitian
Bagian ini menjelaskan kegunaan penelitian yang dilakukan, baik manfaat langsung maupun tidak langsung, baik manfaat teoritis maupun manfaat praktis dari hasil penelitian. Manfaat penelitian terdiri dari hasil penelitian. Manfaat penelitian terdiri dari dua aspek, yaitu:
a) Manfaat Teoritis (keilmuan), bahwa penelitian ini diharapkan dapat sumbangan atau kontribusi bagi pengembangan konsep-konsep, teori-teori atau aspek teoritis lain yang dapat dicapai dari masalah yang diteliti.
b) Manfaat Praktis dengan menyebutkan kegunaan apa dan untuk siapa hasil penelitian ini dapat diterapkan atau dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, atau dengan kata lain untuk membantu memecahkan masalah atau mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada di masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar