Senin, 18 April 2011

PENGOLAHAN DAN ANAILISIS DATA

2.      Pengumpulan dan Pengolahan Data Pengumpulan Data:
Sebelum melakukan pengolahan data, ada bebarapa tahap yang harus dilakukan. Sedangkan setelah analisis data yaitu suatu proses penyederhanaan data, maka dapat dilakukan interpretasi data dengan mudah. Kuesioner merupakan alat pengumpul data yang digunakan untuk survai, guna memudahkan proses selanjutnya, sebaiknya dalam kuesioner telah tersedia kolom untuk koding.

Editing Data:
Data lapangan yang ada dalam kuesioner perlu diedit, tujuan dilakukannya editing adalah untuk: (1) Melihat lengkap tidaknya pengisian kuesioner. (2) Melihat logis tidaknya jawaban. (3) Melihat konsistensi antar pertanyaan.

Koding Data:
Dilakukan untuk pertanyaan-pertanyaan: (1) Tertutup, bisa dilakukan pengkodean sebelum ke lapangan. (2) Setengah terbuka, pengkodean sebelum dan setelah dari lapangan. (3) Terbuka, pengkodean sepenuhnya dilakukan setelah selesai dari lapangan.

Pengolahan Data:
Paling tidak ada dua hal yang perlu dilakukan ketika melakukan pengolahan data: (1) Entry data, atau memasukan data dalam proses tabulasi. (2) Melakukan editing ulang terhadap data yang telah ditabulasi untuk mencegah terjadinya kekeliruan memasukan data, atau kesalahan penempatan dalam kolom maupun baris tabel.

PENGOLAHAN DAN ANAILISIS DATA


Oleh:
Wasirruh Hafiz,
Bengkulu, April 13, 2011th

1.     Prosedur Pengolahan dan Analisis Data
Tujuan pokok dilaksanakannya penelitian adalah untuk menjawab pertanyaan­pertanyaan penelitian. Untuk mencapai tujuan pokok tersebut antara lain harus melalui proses pengolahan dan analisis data. Alur kerjanya, yang dimulai dari pengumpulan hingga interpretasi data dapat dilihat pada ilustrasi berikut ini :
Ilustrasi Proses Pengolahan dan Analisis Data


Sabtu, 09 April 2011

Tentang Skripsi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

1) Kesimpulan
Merupakan kristalisasi hasil analisis dan interpretasi. Kesimpulan dirumuskan dalam bentuk pernyataan secara ketat dan padat, sehingga tidak menimbulkan penafsiran lain. Informasi yang disampaikan dalam kesimpulan bisa berupa pendapat baru, koreksi terhadap pendapat lama, pengukuhan pendapat lama, atau menumbangkan pendapat lama. Kesimpulan harus mengacu kepada teori-teori dan permasalahan yang dibahas, sehingga tidak sembarangan. Menyatakan temuan-temuan penelitian berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. Kesimpulan berisi jawaban atas rumusan masalah yang dikemukakan atau pencapaian tujuan penelitian. Oleh karena itu kesimpulan harus sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.

2) Saran
Merupakan kelanjutan dari kesimpulan, berupa anjuran yang dapat menyangkut aspek operasional, kebijakan, maupun konseptual. Dalam memberikan saran, diharapkan sesuai dengan teori-teori yang dikembangkan dan hasil penelitian yang ditemukan. Saran hendaknya bersifat kongkrit, realistic, bernilai praktis dan terarah (disebut saran-tindak). Pernyataan saran teoritis tentang apa yang perlu diteliti lebih lanjut untuk pengembangan ilmu pengetahuan dari bidang ilmu yang dikaji, serta saran praktis yang terkait dengan pernyataan penerapan ilmu pengetahuan terkait dengan pernyataan penerapan ilmu pengetahuan terkait. Saran yang diberikan harus berangkat dari kesimpulan dan setiap saran yang diberikan harus juga berdasarkan temuan penelitian.

3) Bagian Akhir
Bagian akhir skripsi terdiri dari:
a. Daftar Pustaka
b. Lampiran (berisis table, perhitungan statistic, peraturan-peraturan, daftar kuesioner, pedoman wawancara, surat perizinan/rekomendasi)
c. Riwayat Hidup

Tentang Skripsi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1) Temuan Hasil Penelitian
Sub Bab ini memberikan gambaran umum mengenai obyek penelitian, khususnya keadaan obyek penelitian dikaitkandengan judul skripsi atau permasalahan yang diteliti. Obyek penelitian yang dimasukkan dalam bahan skripsi adalah bagian-bagian yang mendukung analisis penelitian. Oleh karena itu, data-data yang tidak mendukung bagi proses analisis tidak perlu dicantumkan.
Dalam bagian ini juga harus dikemukakan secara deskriptif data temuan hasil penelitian secara apa adanya yang sesuai dengan kenyataan di lapangan. Dalam hal ini temuan hasil penelitian memaparkan data mentah di lapangan yang belum dianalisa secara mendalam.\

2) Pembahasan
Sub Bab ini menguraikan apa, bagaimana dan mengapa hasil penelitian itu diperoleh, dalam arti mengungkapkan, menjelaskan dan membahas hasil penelitian. Dikemukakan pula analisis data dengan alat uji yang telah ditetapkan pada usulan penelitian. Jika dalam ususlan penelitian disebutkan bahwa penelitian ini menggunakan analisis kualitatif, maka alat ujinya adalah teknik analisis makna yang menggambarkan nilai data dibalik yang diteramati secara kualitatif. Jika dalam usulan penelitian, pengujiannya dilakukan dengan analisis menggunakan analisis kuantitatif dengan uji statistic tertentu.
Dalam pembahasan diuraikan juga tentang apa makna dan implikasi dari hasil penelitian, serta harus mencari keterkaitan atau perbandingan antara hasil penelitian yang dilakukan dengan penelitian lain atau dengan teori-teori yang atau konsep yang relevan.

Tentang Skripsi

BAB III METODE PENELITIAN

Pada bab ini dipaparkan secara singkat tentang metode penelitian yang digunakan, yang meliputi alasan-alasan pemilihan suatu tipe ata metode penelitian tertentu, Instrumen Penelitian, Obyek dan Sample Penelitian, Tehnik Pengumpulan Data, Tehnik Analisa Data, Rencana Pengujian Keabsahan Data, dan Tempat/Lokasi Penelitian.
1)Metode Penelitian
a)Penelitian Kuantitatif dengan ciri:
(1)Hasil yang dicapai bersifat ekspalanasi
(2)Metode deduktif diuji melalui induktif di lapangan
(3)Bentuk penelitian verifikatif
(4)Metode penelitian survei eksplanatori
b)Penelitian Kualitatif dengan ciri:
(1)Hasil yang dicapai bersifat deskriptif
(2)Metode berpikir induktif
(3)Bentuk penelitian bersifat eksploratif dan developmental (mengembangkan dan menemukan teori baru)
(4)Metode penelitian case study, historical study dan desctitive survey

2)Populasi dan sampel
a)Populasi yaitu unit analisa atau obyek yang menjadi sasaran dalam penelitian. Tiap variabel dari judul penelitian mempunyai populasi sendiri. Misalnya ”Pengaruh Kepemimpinan Lurah Terhadap Efektivitas Pembangunan Fisik di Kelurahan A”. Populasi variabel kepemimpinan Lurah diambil dari sejumlah pegawai Kelurahan. Dan Populasi efektivitas pembangunan di kelurahan adalah penduduk yang terkait dengan pembangunan fisik tersebut. Dan pengambilan samplenya bersumber dari masing-masing populasi tersebut. Kedua populasi tersebut harus digambarkan secara jelas dalam lengkap tentang kualitas dan kuantitas di dalam bab III (Gambaran Umum Obyek Penelitian).
b)Sampel adalah bagian yang mewakili dari populasi penelitian. Pengambilan sampel kuantitatif menggunakan teknik sampling probabbility dan bagi penelitian kualitatif menggunakan teknik sampling non probability.

3)Tehnik pengumpulan Data
a)Bagi penelitian kuantitatif menggunakan angket, (manakala diperlukan dibantu dengan cara observasi dan wawancara).
b)Bagi penelitian kualitatif menggunakan wawancara mendalam (manakala diperlukan dibantu dengan cara angket dan observasi).

4)Teknik Analisis Data
a)Penelitian kuantitatif menggunakan teknik analisis rumus uji statistik untuk menguji hipotesis berdasarkan penelitian lapangan.
b)Penelitian kualitatif menggunakan teknik analisa deskriptif menggunakan teknik analisis deskriptif makna yang menggambarkan nilai data dibalik yang teramati berdasarkan arahan fokus permasalahan dan asumsi (anggapan dasar) yang telah dikemukakan.

5)Lokasi dan Waktu Penelitian
Menguraikan tentang tempat penelitian secara garis besarnya. Selain itu juga menguraikan jadwal dan lamanya penelitian yang dilakukan. Pencantuman agenda kegiatan penelitian yaitu sajak penelitian dimulai dari penjajakan, studi kepustakaan, penyusunan usulan penelitian dan penyelenggaraan seminar draft dan sidang skripsi.

Tentang Skripsi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
(Kajian/landasan Teori, Hipotesis,, Defenisi Operasional, Kerangka Pemikiran)

1)Kajian/Landasan Teori
Bab ini membahas dua hal landasan/kerangka teori dan kajian pustaka yang relevan dengan masalah yang diteliti. Pada bab ini dimungkinkan mengajukan lebih dari satu teori untuk membahas permasalahan yang menjadi topik skripsi, sepanjang teori-teori itu berkaiatan dan tidak kontradiktif.
Pada prinsipnya kerangka/landasan teori diturunkan dari (beberapa) dalil, hukum, teori yang relevandengan masalah yang diteliti, sehingga memunculkan asumsi-asumsi dan proposisi yang kemudian kalau mungkin dirumuskan ke dalam hipotesis yang dapat diuji (testable/operational hypothesis)Hal ini dilakukan apabilah penelitian berlandaskan pada apa yang disebut sebagai penelitian deduktif (deductive/operational research) yang berkaitan dengan penelitian kuantitatif.
Pada penelitian induktf (inductive research yang berkaitan dengan penelitian kualitatif). Kerangka pemikiran diuraikan berdasarkan dugaan yang samar-samar atau disebut sebagai asumsi, bahwa ada kaitan-kaitan tertentu antar variabel , tetapi hal itu tidak dideduksi dari teori baku. Jadi, hipotesis tidak diturunkan atau dirumuskan terlebih dahulu, melainkan hipoesis dapat lahir dan muncul tak kala sedang dalam penelitian berlangsung, setelah itu baru dirumuskan hipotesis untuk kemudian diuji secara empiris di lapangan. Hasil penelitian nantinya akan memberikan suatu generalisasi.
Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian, yaitu relevansi, kemutakhiran, dan keaslian. Relevansi artinya teori yang digunakan atau dikemukakan sesuai dengan permasalahan dan topik yang diteliti. Kemutakhiran berarti terkait dengan kebauran atau aktualitas teori atau refrensi dewasa ini banyak digunakan dalam rangka mencari teori-teori yang mutakhir, dan hal ini merupakan sesuatu yang sah dan dianjurkan. Keaslian berarti bahwa sumber-sumber teori yang digunakan terkait dengan keaslian sumber, maksudnya supaya peneliti menggunakan sumber aslinya. Sebaliknya teori yang dipakai harus menggunakan sumber aslinya. Jika peneliti mengkutip teori dari kutipan orang lain/peneliti lain, maka nilai keasliannya akan berkurang. Jika terpaksa untuk mengkutip dari orang/peneliti lain, harus dicantumkan secara jelas tata cara pengutipannya.

2)Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian yang diajukan. Hipotesis yang baik harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
a)Harus menyatakan pertautan antara dua variable atau lebih.
b)Harus jelas dan tidak membingungkan serta dinyatakan dalam bentuk kalimat deklaratif (pernyataan).
c)Harus dapat diuji secara empiris.

Tentang Skripsi


BAB I PENDAHULUAN

1)      Latar Belakang Penelitian
Latar belakang merupakan motivator atau pendorong dilakukannya penelitian. Hal ini bisa berarti sebagai pendorong bagi peneliti untuk melaksanakan penelitiannya, dan sebagai pendorong bagi orang lain untuk membaca bagian-bagian selanjutnya dari laporan penelitian.
Latar belakang penelitian sebaiknya mengemukakan alasan dasar penelitian dalam peta keilmuan yang menjadi perhatian peneliti. Karena itu, dalam latar belakang penelitian yang harus diuraikan adalah:
a)      Pernyataan tentang gejala/fenomena yang akan diteliti, yang bisa diangkat dari masalah teoritis atau diangkat dari masalah praktis
b)      Argumentasi tentang pemilihan topik/judul penelitian, yang menggambarkan permasalahan sebagai perbedaan antara das sein dan das sollen (adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan).
c)      Situasi yang melatarbelakangi penelitian atau masalah penelitian (menggambarkan fenomena yang dipermasalahkan) yang disertai dengan data lapangan yang disusun dalam bentuk tabel dan atau grafik sebagai olahan melalui pola perbandingan minimal 3 (tiga) periode peristiwa.
d)     Atau kaitan antara penelitian terdahulu dengan situasi atau fenomena dan masalah yang terjadi saat sekarang
e)      Keabsahan Data (Validitas Data)

2)      Fokus Penelitian
Fokus penelitian adalah inti fenomena permasalahan yang akan diteliti merupakan suatu tahap permulaan dari penguasaan masalah dimana suatu obyek atau fenomena tertentu dalam situasi tertentu dapat dikenali sebagai suatu masalah. Fokus masalah bertujuan agar peneliti maupun pembaca mendapatkan gambaran sejumlah masalah yang relevan dengan judul atau topik penelitian. Fokus masalah dapat berupa pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan satu dengan yang lainnya.

3)      Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah ialah usaha untuk menetapkan batasan-batasan dari masalah penelitian yang akan diteliti. Batasan masalah ini berguna untuk mengidentifikasikan faktor-faktor mana saja yang termasuk atau tidak termasuk dalam ruang lingkup penelitian. Pemilihan batasan yang akan diteliti haruslah didasarkan kepada alasan-alasan yang tepat baik, baik alasan teoritis maupun alasan praktis. Suatu penelitian bisa dibatasi berdasarkan beberapa hal, yaitu batasan masalah dari sudut ruang lingkup kajian (scope), dan dari sudut pemakaian pendekatan atau kerangka teori (approach/theory).

4)      Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan usaha untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan penelitian apa saja yang perlu diteliti dan dijawab atau dicarikan jalan pemecahannya. Atau dengan kata lain, perumusan masalah merupakan pertanyaan-pertanyaan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan kepada identifikasi masalah dan pembatasan masalah. Perumusan masalah sebaiknya dinyatakan secara jelas dalam bentuk kalimat tanya.

5)      Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan pernyataan mengenai apa yang akan hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan. Tujuan penelitian terdiri dari dua bagian yaitu: yaitu tujuan umum yang berhubungan dengan konsep-konsep yang bersifat umum dan tujuan khusus yang berhubungan dengan konsep-konsep yang lebih spesifik dari penelitian yang dilakukan

6)      Manfaat Penelitian
Bagian ini menjelaskan kegunaan penelitian yang dilakukan, baik manfaat langsung maupun tidak langsung, baik manfaat teoritis maupun manfaat praktis dari hasil penelitian. Manfaat penelitian terdiri dari hasil penelitian. Manfaat penelitian terdiri dari dua aspek, yaitu:
a)      Manfaat Teoritis (keilmuan), bahwa penelitian ini diharapkan dapat sumbangan atau kontribusi bagi pengembangan konsep-konsep, teori-teori atau aspek teoritis lain yang dapat dicapai dari masalah yang diteliti.
b)      Manfaat Praktis dengan menyebutkan kegunaan apa dan untuk siapa hasil penelitian ini dapat diterapkan atau dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, atau dengan kata lain untuk membantu memecahkan masalah atau mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada di masyarakat.

Cari Blog Ini

Baris Iklan